Slider

Jejak Nabi

Jejak Ulama

Jejak Ksatria

Pejuang Wanita

Jalan Cinta

Tahukah Kamu

» » » Gara-gara Indonesia, Inggris Menang Perang

Napoleon membawa Perancis menjadi negara kuat, menguasai hampir seluruh daratan Eropa, mencekam Rusia dan Afrika Utara.

Dalam setiap front pertempuran, musuh selalu dipecundanginya; Belanda, Belgia, Jerman, Spanyol, dan sebagainya.

Pada masa jayanya, pasukan Napoleon merupakan kekuatan hebat tak terkalahkan. Disegani kawan dan ditakuti lawan.

Tapi sehebat-hebatnya manusia, tetap ada titik lemahnya. Napoleon kalah dan dibuang ke Pulau Elba.

Sekembalinya dari pembuangan, Napoleon mempersiapkan diri untuk mengembalikan kejayaan yang pernah diraihnya.

Para pemimpin negara Eropa gusar mendapati kenyataan ini, sehingga mereka bahu-membahu untuk menghadang tentara Perancis dibawah kekuasaan Napoleon yang dianggap haus kekuasaan.

Napoleon tahu betul negara-negara Eropa bersekutu, bersekongkol untuk melawannya. Tapi Napoleon yakin mampu mengalahkan kekuatan sekutu Eropa yang menentangnya. Yakin dengan kesiapan pasukan Perancis yang kaya pengalaman mampu memukul mundur lawan-lawannya.

Pada Juni 1815 Napoleon mempersiapkan diri, menginterupsikan pasukan Perancis untuk bertempur.

Waterloo, dataran rendah Belgia menjadi saksi atas kesiapan Perancis menghadapi perang. Stategi militer, alat-alat tempur, dan logistik perang sudah siap dengan matang.

Siapa yang akan mereka hadapi?

Inggris, salah satu kerajaan terkuat di Eropa. Juga gabungan Belanda dan Prusia.

Pertempuran hebat antara Perancis melawan Inggris, Belandan dan Prusia siap meletus, menguras keringat, menumpahkan darah, dan meregang nyawa.

***

pexecls.com

Di belahan bumi lain, di sebuah negeri antah barantah.

Sebulan sebelum perang antara Perancis melawan Inggris dan sekutunya, sebuah  gunung api meletus hebat. Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB), yang puncaknya terjadi pada 10-15 April 1815.

Letusan Gunung Tambora menurut para ahli, merupakan yang terdahsyat sepanjang 10.000 tahun.

Daya ledaknya 1.000 megaton TNT, atau 6 kali lipat letusan Gunung Krakatau, atau sekitar 6 juta kali lipat letusan bom aton di Hirosima Jepang.

Ledakan dahsyat ini menyebabkan gema suara yang menggelegar hingga sejauh 2.500 KM. Abu berterbangan hingga mencapai jarak sejauh 1.300 KM. Terbang hingga Afrika dan memengaruhi iklim Eropa. Gelap, pekat, dan mengerikan.

Bulan Juni, biasanya Eropa musim panas. Tapi akibat letusan dahsyat Gunung Tambora, yang terjadi di Eropa malah sebaliknya. Iklim berubah dari musim panas menjadi musim dingin dan turun salju.

Perubahan iklim ini mengagetkan Napoleon dan para jenderal terbaiknya. Mereka tidak membawa peralatan musim dingin seperti jaket, kupluk, sarung tangan, sepatu, dan alat penghangat. Selain itu kereta-kereta penghela meriam tempur tidak bisa bergerak karena terjebak lumpur salju.

Sementara pasukan Inggris yang berkoalisi dengan Belanda dan Prusia lebih dekat ke lokasi pertempuran, sehingga dapat menyiapkan pelengkapan menghadapi musim dingin dengan segera.
Pertempuran pun terjadi.

Hasilnya sudah bisa ditebak, Inggris dan konconya jadi pemenang.

Tapi jangan terlalu bangga, karena Inggris terlebih dahulu harus menghaturkan terimakasih ke Indonesia. Sebab gara-gara Gunung Tambora di Indonesia-lah mereka bisa mengalahkan Perancis.

Mestinya, Inggris sungkem ke Indonesia. []

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply