Slider

Jejak Nabi

Jejak Ulama

Jejak Ksatria

Pejuang Wanita

Jalan Cinta

Tahukah Kamu

» » » Tanda Cinta yang Sebenarnya

pexels.com

TINTASEJARAH.COM. Dengan bendera Swastika yang amat dipujanya, Adolf Hitler menjelma raksasa Eropa yang ganas, kejam, dan diktator. 

Melalui partai Nazi dan sokongan Hitler Youth, kekuatan militer Jerman yang dikomandani Hitler mengegerkan dunia.

Perang berkecamuk menggetarkan bumi, rentetan peluru, dentuman bom, dan mayat bergelimpangan.

Jerit ketakutan, rintih kesakitan, dan erangan sakaratul maut menjadi pemandangan yang sangat mengerikan.

Lantas Jerman kalah, tentara Nazi babak belur, dan Hitler jadi incaran.

Hitler sembunyi dalam bangker gelap di kota Berlin, putus asa, frustasi, dan sebelum memuntahkan peluru ke kepalanya, siapa  gerangan yang dipanggil namanya?

Apakah rakyatnya?

Pengawal setianya?

Keluarga tercintanya?

Oh tidak, ia memanggil nama kekasihnya.

“Eva Braun.”

Napoleon Bona Parte, Singa Eropa yang hampir tak pernah terkalahkan dalam setiap pertempuran.

Masa kejayaannya adalah penguasaan seluruh daratan Eropa, dengan perang atau diplomasi.

Beberapa daerah yang dikuasainya diserahkan pada orang kepercayaannya, seperti Belanda diserahkan pada adiknya Louis Napoleon, Spanyol diserahkan pada Joseph Napoleon, Italia direbut dari Austria dan Polandia, lalu diserahkan pada Joseph Poniatowski sebagai wali negara Polandia, terakhir Swedia diserahkan pada Jenderal Bernadotte.

Yang terakhir inilah, Jenderal Bernadotte melakukan pengkhianatan pada Napoleon.

Tapi bukan lantaran ini Napoleon kalah, melainkan kekalahan beruntun mulai dari Rusia, Inggris, dan Austria.

Kekalahan ini  membuat Napoleon melarikan diri ke Pulau Elba, lalu kembali ke Prancis dan menyusun kekuatan.

Seratus hari setelah berkuasa di Prancis, Napoleon bersama tentaranya bertempur melawan Inggris di Waterloo dan mengalami kekalahan. Lantas dibuang ke Pulau Santa Helena.

Pulau yang terpencil dan sepi ini menjadi saksi akhir hidupnya. Napoleon terkena malaria tanpa ampun, dan sebelum menghembuskan napas terakhirnya siapa yang ia panggilnya?

Apakah rakyatnya?

Pengawal setianya?

Keluarga tercintanya?

Oh tidak, melainkan kekasihnya.

“Josephine.”

Nabi Muhammad Saw berdakwah, dicacimaki, dihina, dianggap gila, diintimidasi, dan dimata-matai hendak dibunuh. Hijrah ke Madinah, terlibat peperangan demi  peperangan, Islam Berjaya, manusiaberbondong-bondong masuk Islam.

Nabi Muhammad Saw sakit, sebelum wafat siapakah yang dipanggilnya?

Apakah istri yang amat dicintainya?

Putri terkasihnya?

Sahabat dekatnya?

Oh tidak, beliu memanggil..

“Umatku, umatku, umatku.”

Inilah cinta sejati. []

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply