Slider

Jejak Nabi

Jejak Ulama

Jejak Ksatria

Pejuang Wanita

Jalan Cinta

Tahukah Kamu

» » » Lirikan Si Buta, Kok Bisa?

Oleh: Dedeng Juheri

The Blind Samurai Zatoichi, menceritakan pembunuhan keluarga Naruto di Jepang. Saudagar kaya itu dibantai oleh sekelompok orang yang menamakan diri Geng Kuchinawa atau Geng Ular.

Pembantaian ini merenggut nyawa 9 orang, yakni Naruto dan istrinya, ditambah 3 pelayan dan 4 pengawalnya.

Semua anggota keluarga Naruto dibunuh, kecuali dua anaknya yang masih kecil. Yang kebetulan saat itu mereka sedang keluar rumah. Mereka meninggalkan tempat tidur untuk memberi makan Shiro, tikus peliharaan di kandangnya.


Sepuluh tahun setelah pembantaian keji itu, kolompok Geng Kuchinawa semakin merajalela, melakukan kekerasan dan memungut pajak sembarangan.

Terlebih setelah mereka merekrut Hattori Gennosuke, seorang ahli samurai tangguh untuk menguasai kota, mereka mambasmi Geng Izutsu dan Geng Funaichi yang dianggap saingannya.

Dua anak Naruto yang sudah dewasa, menyamar jadi geisha (wanita penghibur) untuk menumpas Geng Kuchinawa.

Disaat bersamaan, Geng Kuchinawa dikagetkan oleh munculnya Zatoichi, seorang tukang pijit tuna netra (buta) yang jago samurai. Lalu dua anak Naruto bergabung dengan Zatoichi.

Berkat peran Zatoichi-lah, Geng Kuchinawa bisa ditumpas.

Sungguh besar jasa Zatoichi dalam film yang dirilis 22 Mei 2006 ini, walau secara fisik Zatoichi seorang tuna netra, namun berkat ilmunya ia menjadi orang yang dibutuhkan orang lain.

Zatoichi menjadi icon yang mampu membawa angin segar ke tengah masyarakat, memulihkan kedamaian, menciptakan keamanan dan mengembalukan kenyamanan hidup masyarakat. Atas jasanya, Geng Kuchinawa dimusnahkan.

Ia dihargai dan dimuliakan oleh masyarakat. Ia menjadi insan yang mulia karena ilmu dan budi baiknya.

Melihat kepiawaian seorang tuna netra seperti Zatoichi, mengingatkan kita kepada seorang sahabat agung, Abdullah bin Ummi Maktum Radhiyallâhu ’anhu.

Kalaulah film yang diusung oleh Prime Movie Entertainment ini hanya fiksi, maka Abdullah bin Ummi Maktum adalah nyata. Ia pernah menghirup udara kenabian, bergaul dengan nabi Saw & para shahabatnya.

Dalam kancah kenabian Muhammad Saw, 16 ayat pertama dalam surat 'Abasa turun berkaitan dengan Abdullah bin Ummi Maktum. Melalui Malaikat Jibril al-Amin, Rasulullah Saw ditegur oleh Allah Swt berkenaan dengan Abdullah.

Sering Rasulullah meninggalkan kota Madinah & memercayakan kepemimpinan pada Abdullah.

Dalam riwayat disebutkan beberapa kali Abdullah menjadi Wali Madinah untuk menggantikan Rasulullah saat pergi. Termasuk salah satunya ketika Rasulullah dan para sahabat pergi untuk membebaskan Kota Mekah dari musyrikin Quraisy.

Keterbatasan fisik seperti Abdullah dan Zatoichi, tidak menghalangi keutamaan & kemuliaan di hadapan sesama, apalagi di hadapan Sang Pencipta.

Ilmu menjadikan mereka mulia, tapi jangan lupa iman merupakan pondasi segalanya. Banyak orang mulia karena ilmu, tapi kemuliaan itu hanya untuk dunia.

Sebut saja ilmuan seperti Isaac Newton, Carles Darwin, Robert Boyle, Roger Bacon, Galileo Galilei, Thomas Alfa Edison, James Watt dsb. Mereka dihargai, dikagumi & bahagia di dunia, tapi di akhirat belum tentu memperolehnya.

Iman & ilmu insyaallah mengantarkan kemuliaan hidup di dunia & akhirat.

Buta mata mata tak dapat melihat di dunia, buta hati gelaplah hidup di akhirat sana. []

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply