Slider

Jejak Nabi

Jejak Ulama

Jejak Ksatria

Pejuang Wanita

Jalan Cinta

Tahukah Kamu

» » » Kunci Kemenangan

pexecls.com

Oleh: Dedeng Juheri
.
"Celaka kalian!" teriak Heraklius di bumi Anthakiah, Syam. Kaisar Imperium Romawi itu seolah tak percaya dengan apa yang terjadi. Pasukannya babak belur. Padahal jumlahnya banyak, bahkan jauh berkali lipat dari pasukan kaum Muslimin. Namun mereka menjadi pecundang di medan perang.
.
"Coba ceritakan tentang musuh yang memerangi kalian itu! Bukankah mereka juga manusia seperti kalian?!" Heraklius berang.
.
"Benar," jawab salah seorang tentara.
.
"Jumlah kalian lebih banyak atau sebaliknya?"
.
"Bahkan jumlah kami berlipat-lipat lebih banyak daripada jumlah mereka di dalam setiap kancah."
.
"Lalu ada apa, sehingga kalian jadi pecundang?"
.
"Karena mereka semua bangun menunaikan shalat malam,” jawab Salah seorang pembesar Romawi,  mereka berpuasa di siang hari, mereka menepati janji, mereka beramar makruf nahi munkar, serta mereka saling tolong menolong. Juga karena kami semua minum arak, berzina, melanggar yang haram, menyelisihi janji, berbuat ghashab (mengambil sesuatu tanpa izin pemiliknya, akan tetapi masih ada maksud untuk mengembalikannnya), berbuat zalim, menyebarkan permusuhan, meninggalkan hal-hal yang diridhai Allah, serta berbuat kerusakan di muka bumi."
.
Heraklius menghela napas, "Benar yang kamu katakan."
.
Pasukan raksasa dan jumlahnya berlipat ganda, bukan satu-satunya faktor kemenangan. Pasukan yang terlatih dan piawai, bukan juga penentu kemenangan. Demikian pula strategi, senjata dan teknologi mutakhir, semua itu hanyalah penopang.
.
Sejarah membuktikan banyak peristiwa, jumlah pasukan yang sedikit mempecundangi pasukan yang banyak, pasukan yang kecil meluluh lantakkan pasukan raksasa, dan pasukan yang bersenjatakan seadanya mampu memukul mundur pasukan bersenjata lengkap.
.
Demi Allah, kemenangan hanyalah milik-Nya. Upaya yang bisa kita lakukan adalah memantapkan berdoa, menyempurnakan ikhtiar, dan mendekati-Nya. Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. Allah pasti menolong hamba yang menolong agama-Nya. ”Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad [47]: 7)
.
Kekuatan iman menjadi energi penggerak jiwa, dan kemuliaan akhlak mengundang pertolongan Allah Swt. Sehingga dengannya terpancarlah kemuliaan sikap ksatria dalam setiap relung jiwa para tentara. Gegap gempita merambah kazaliman, memusnahkan kebathilan, dan meruntuhkan kehinaan. Terus melaju seperti gema syair ini:
.
Berderap penuh laju, beriring tanpa ragu
Menyibakkan angkasa,
gemakan pekik kemenangan
(Izzatul Islam : "Cahaya Abadi")
.
Allahu akbar!
.
Kunci kemenangan itu ada pada keimanan, ketataatan, sebagaimana nasihat Umar bin Khathab, "Kala kita tidak mampu mengalahkan musuh dengan ketaatan kita, niscaya mereka akan mengalahkan kita dengan kekuatan mereka."
.
Mendengar ucapan Umar di atas, Syekh Abdullah Azzam memberikan komentarnya dalam Wasiyatul Mustafa Ahlud Da'wah,  "Ternyata Umar, lebih mengkhawatirkan dosa-dosa pasukannya daripada kekuatan musuhnya. Ini bukti kesempurnaan pemahaman dan kebrilian akal beliau."
.
Ya, Umar memang lebih mengkawatirkan dosa-dosa pasukannya daripada kekuatan musuh. Umar lebih takut padan dosa daripada besarnya jumlah pasukan musuh, lebih takut dengan maksiat daripada perlengkapan senjata musuh. Umar menyadari bahwa perbuatan dosa adalah sumber datangnya bencana, kekalahan dan kehancuran umat ini.  []

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply